Inilah Contoh Rumah Prefab. Wah, Rumah Impian Banget nih!

Rumah prefabrikasi merupakan rumah yang sudah dibuat sebelumnya di pabrik. Pembuatan ini bisa dalam bentuk jadi atau setengah jadi. Untuk rumah prefab setengah jadi, perlu dilakukan instalasi ringan di lokasi pembangunan. Sementara itu, rumah yang sudah jadi hanya perlu dipindah saja.

Jenis rumah ini mulai banyak dikembangkan di Indonesia karena dianggap lebih cepat dan efisien. Jadi, tidak perlu menunggu pembangunan dari membuat fondasi sampai ke kerangka rumah. Semua sudah jadi dan desainnya bisa dipilih sendiri sesuai dengan kebutuhan.

Style yang Cocok untuk Rumah Fabrikasi

Rumah fabrikasi memang dibuat di pabrik dan akan dikirim dalam bentuk jadi atau hanya butuh dipasang saja. Meski demikian, style dari rumah ini cukup banyak dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Berikut beberapa style yang sering digunakan untuk pembangunan rumah fabrikasi.

1. Rumah Kayu

Rumah kayu mungkin agak jarang di Indonesia apalagi dibangun dengan konsep prefabrikasi. Namun, di beberapa negara seperti Amerika Serikat, rumah jenis ini ada banyak khususnya di daerah peternakan. Rumah dari kayu dibuat karena mudah dipindahkan sesuai dengan kebutuhan.

Hal yang harus diperhatikan saat akan membuat rumah kayu adalah kualitas bahannya. Tidak semua kayu memiliki ketahanan tinggi terhadap cuaca. Kadang ada yang mudah mengalami lapuk atau malah dimakan rayap. Jadi, komponen kekuatan dan usia kayu harus diperhatikan sebelum membelinya.

2. Rumah Baja

Rumah yang sebagian besar terbuat dari baja atau logam kuat juga tersedia di pasaran. Umumnya jenis rumah ini berbentuk kotak dan ditumpuk sesuai dengan kebutuhan. Modelnya mirip sekali dengan peti kemas, tetapi diberi sekat-sekat di dalamnya agar menjadi ruangan.

Bahan dari baja ini lebih mudah dibuat dan dipasangkan. Bahkan, kalau Anda ingin pindah, bangunan bisa diangkat kembali. Barangkali kekurangan dari rumah yang sebagian besar terbuat dari logam ini adalah desainnya yang agak terbatas karena tidak bisa dibuat lebih estetik.

3. Rumah Beton

Style lain dari rumah fabrikasi adalah rumah yang sebagian besar bahannya dari beton yang sudah dicetak. Jadi, pembuatan ruangan bisa dengan mudah dilakukan dan ditata. Semua tinggal dicetak dan dikaitkan satu dengan lainnya sesuai dengan pesanan dari pembeli.

Kalau ingin membeli rumah dengan style ini, ada baiknya memperhatikan massa dari bangunan yang nantinya akan dipindah. Karena bahannya besar, kemungkinan akan berat sehingga proses pengiriman akan membutuhkan cukup banyak biaya dan juga waktu.

4. Rumah Kombinasi

Rumah kombinasi ini menggabungkan beberapa bahan seperti kayu dan juga beton dalam pembangunannya. Biasanya bagian seperti tembok menggunakan beton dan bagian lain menggunakan kayu seperti untuk atapnya. Rumah kombinasi ini bisa dibuat dalam bentuk jadi atau per bagian.

Pembangunan rumah kombinasi ini dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa elemen, seperti lokasi pengiriman, biaya, kekuatan bangunan, hingga permintaan dari pembeli. Semua bisa diwujudkan agar rumah yang nantinya dihuni sudah sesuai dengan standar dan harapan.

Contoh Rumah Prefab- Blog 1

Perbedaan Rumah Fabrikasi dengan Rumah Biasa

Sampai saat ini, tidak semua orang di Indonesia mengetahui apa itu rumah jenis prefabrikasi dan bagaimana pembuatannya. Nah, untuk sedikit memberikan gambaran mengenai rumah jenis ini dan perbedaannya dengan rumah biasa, simak uraian di bawah ini:

1. Proses Konstruksi

Proses konstruksi rumah standar akan dilakukan on-site atau pada tanah yang sudah dibeli sebelumnya. Semua jenis konstruksi mulai dari pembangunan fondasi hingga pembuatan rangka, tembok, dan atap dilakukan di sana. Prosesnya berjalan satu per satu mulai dari bawah sampai atas.

Konstruksi rumah prefabrikasi dilakukan di dalam pabrik. Semua komponen akan dibuat sesuai dengan desain yang sudah disepakati oleh pembeli. Selanjutnya saat semua bagian bangunan selesai dibuat, pengiriman akan dilakukan. Selanjutnya, proses pemasangan akan dilakukan sesuai dengan desain.

2. Instalasi ke Lokasi

Instalasi rumah prefabrikasi dilakukan dengan memasangkan beberapa bagian bangunan yang sudah dibuat sebelumnya. Proses ini dilakukan dengan alat berat dan bantuan pekerja agar semua bagian menyatu dan terpasang sempurna. Jadi, saat proses pemasangan, akan ada puluhan potong bagian rumah yang dikirim secara bertahap.

Rumah biasa tidak memerlukan proses instalasi karena semuanya dibuat di lokasi. Proses instalasi mungkin dilakukan pada bagian air dan listrik yang biasanya sejalan dengan proses finishing.

3. Waktu Pembangunan

Salah satu kelebihan rumah prefabrikasi dibandingkan dengan jenis rumah biasa adalah waktu pembangunan. Umumnya, setiap pabrikan akan memiliki desain standar yang bisa dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan. Begitu ada pembeli, proses modifikasi bisa dilakukan dan segera dikirim.

Dibandingkan dengan rumah standar, proses pembangunan akan berjalan dengan lebih cepat. Jadi, begitu sampai di lokasi, proses instalasi bisa dijalankan selama beberapa hari dan rumah bisa segera digunakan. Pada rumah biasa, prosesnya bisa berbulan-bulan, apalagi jika bangunannya sangat besar.

4. Biaya yang Dikeluarkan

Masalah biaya sebenarnya cukup relatif karena bisa saja rumah prefabrikasi ini lebih murah atau lebih mahal. Yang perlu diperhatikan saat akan membelinya adalah bagaimana desain, kecocokan dengan luas tanah, dan apakah semua ruangan yang ada sudah sesuai dengan kebutuhan.

Dengan luas tanah dan bangunan yang sama, kemungkinan besar rumah prefabrikasi akan lebih murah. Perbandingan ini mengacu pada rumah kosong dan belum diisi dengan aksesori di dalamnya. Kalau sudah mencakup isinya, semua tergantung selera dan kekuatan finansial.

5. Sampah yang Dihasilkan

Saat membangun rumah, tentu ada peluang untuk menciptakan cukup banyak sampah. Sampah ini bisa menumpuk dan mengganggu sekitar. Apalagi jika bangunan yang sedang dibuat sangat besar. Pencemaran lingkungan sangat mungkin terjadi meski bisa dibersihkan.

Sedikit berbeda dengan rumah fabrikasi yang seluruh proses pembangunannya dilakukan di pabrik. Anda tidak akan menyisakan banyak sampah. Begitu sampai on-site, pemasangan akan langsung dilakukan dalam waktu cepat dan meminimalkan terjadinya sampah atau sisa pembangunan yang berbahaya.

6. Kekuatan Konstruksi

Sebenarnya sedikit sulit membandingkan bagaimana konstruksi rumah biasa dan prefabrikasi. Kalau rumah biasa, kekuatannya tergantung pada seberapa dalam fondasinya hingga kualitas rangka yang dipakai. Selama bahan yang dipakai berkualitas, tidak akan ada masalah.

Adapun rumah prefabrikasi, secara umum memiliki kekuatan yang sangat baik. Mengapa? Karena rumah ini akan dikirim dari pabrik ke lokasi pemasangan. Pengiriman ini bisa jarak jauh atau jarak dekat. Kalau di Indonesia, tantangan pemasangan di daerah agak pelosok bisa saja terjadi.

Karena akan dipasang di kawasan yang mungkin agak jauh dan sulit dijangkau, kekuatan konstruksi bangunan harus baik. Jika kekuatannya biasa saja, kemungkinan besar ambruk dan rusak di jalan. Jadi, hampir semua bangunan jenis prefabrikasi ini memiliki kekuatan yang sangat baik dan akan minim sekali mengalami kerusakan.

7. Kondisi Cuaca

Kondisi cuaca adalah momok paling besar kalau Anda ingin membangun rumah dari konstruksi awal. Kalau cuaca sedang sangat buruk, proses pemasangan tidak bisa dilakukan. Misal memasang tembok dari batako. Semen yang dipakai bisa saja luntur dan beberapa bagian bangunan tidak menempel sempurna.

Itulah kenapa sebagian besar konstruksi rumah dilakukan saat musim kemarau. Jadi, tidak akan ada gangguan dari air yang menyebabkan proses pemasangan jadi gagal. Selain itu, peluang terjadinya kecelakaan akan sangat tinggi, apalagi jika bangunannya besar dan tinggi.

Rumah prefabrikasi tidak akan terpengaruh oleh cuaca yang cukup mengganggu. Semua proses pembuatan akan dilakukan di pabrik. Jadi, bisa dipastikan semuanya akan terlindung dari hujan.

Selanjutnya, saat pemasangan dilakukan, proses akan berjalan dengan cepat. Jadi, tidak akan terganggu juga dengan cuaca yang buruk. Apalagi pemasangan saat musim panas, tidak akan ada risiko gangguan pada saat pemasangan dan perakitan semua bagian dari rumah.

Apakah Rumah Prefabrikasi Rumit Dibuat?

Salah satu pertanyaan yang umum dilontarkan oleh banyak orang: apakah rumah fabrikasi ini rumit saat dibuat? Jika dibandingkan dengan rumah biasa, bagaimana proses pembuatannya?

Sebenarnya hampir semua rumah memiliki tingkat kesulitan dan kerumitan yang berbeda-beda. Kalau rumah yang akan dibangun cukup kompleks, kemungkinan besar juga jadi rumit. Namun, bukan berarti tidak bisa dibangun.

Proses pembuatan rumah fabrikasi biasanya terdiri dari beberapa proses di bawah ini.

1. Persiapan Lahan untuk Pemasangan Fondasi

Jangan berpikir kalau saat akan membuat rumah fabrikasi, bangunan akan langsung ditaruh di atas lahan saja. Hal ini bisa berbahaya, apalagi kalau area tempat tinggal rawan terjadi gempa. Risiko mengalami ambruk atau retak-retak akan besar dan bisa berbahaya untuk orang yang tinggal di dalamnya.

Sebelum proses pengiriman dan pemasangan dilakukan, biasanya akan ada survei ke lokasi yang akan dipakai untuk memasang bangunan. Pembuatan fondasi juga akan dilakukan terlebih dahulu agar saat proses pengiriman dilakukan bisa segera lanjut ke proses pemasangan.

2. Pembuatan Bangunan

Bersamaan dengan proses survei dan juga pembuatan fondasi, pembangunan rumah juga akan berjalan. Biasanya sudah ada bangunan yang sudah jadi dan akan dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan. Jadi, prosesnya tidak akan lama dibandingkan dengan membuat rumah standar.

Pengembang akan memberikan contoh rumah prefab yang mereka buat sebelumnya. Dari rumah ini Anda bisa langsung memilih mana yang tepat dan disesuaikan dengan ukuran lahan yang tersedia. Kalau ingin melakukan modifikasi, tinggal memberi tahu pihak pengembang agar melakukannya.

3. Pengiriman Rumah

Setelah semua proses persiapan berjalan dengan baik dan koordinasi antara tim lapangan dan pabrik tidak ada gangguan, proses pengiriman akan dilakukan. Rumah dan bagiannya akan diangkut dengan alat berat secara bergantian agar semua bagiannya sampai ke lokasi untuk dipasang.

Lamanya pengiriman umumnya tergantung pada lokasi pembeli dan ukuran bangunan yang dikirim. Semakin besar bangunan yang dikirim dan jarak yang jauh, waktu pengiriman akan lebih lama dan biaya pengiriman juga akan semakin tinggi. Jadi, pertimbangkan baik-baik hal ini agar bujet yang dimiliki tidak kurang.

4. Pemasangan Rumah

Setelah proses pengiriman berjalan, pemasangan rumah akan mulai dilakukan. Semua bagian rumah yang awalnya terpasang bisa segera dikaitkan satu dengan lainnya. Proses pemasangan ini membutuhkan alat berat dan beberapa pekerja untuk memastikan semua sudah presisi.

Proses pemasangan rumah umumnya cepat dan akan ditangani oleh mereka yang sudah ahli. Anda tidak perlu khawatir apakah pemasangan ini rumit atau tidak. Semuanya akan ditangani dengan baik oleh pekerja. Anda hanya tinggal mengecek dan menerima semuanya dalam kondisi selesai.

5. Instalasi Listrik, Air, dan Pembuangan

Proses selanjutnya adalah pemasangan listrik, air, saluran pembuatan, hingga gas kalau memang ada sambungannya. Proses ini tidak akan memakan waktu cukup lama karena ditangani oleh mereka yang sudah ahli. Instalasi ini akan membuat fungsi rumah bisa berjalan dengan baik dan dimanfaatkan semaksimal mungkin.

Beberapa rumah prefabrikasi juga ada yang sudah komplet dengan beberapa instalasi listriknya. Jadi, tinggal dipasangkan dengan saluran daya utama agar seisi rumah bisa diberi penerangan. Untuk saluran air, harus dipasang di tempat agar bisa tersambung ke dapur, kamar mandi, toilet, dan bagian lain dari rumah.

6. Pemasangan Bagian Tambahan

Kalau Anda ingin menambahkan bagian lain dari rumah yang berbeda dengan desain standar rumah fabrikasi, hal ini biasanya dilakukan saat akhir. Setelah instalasi bangunan utama selesai, Anda bisa memasang bagian lain, misal gudang atau tempat penyimpanan lain.

Beberapa pabrik atau developer menyediakan aksesori tambahan ini untuk membuat fungsi rumah semakin baik. Mereka menawarkan ruangan tambahan, bahkan lantai dua untuk membuat rumah impian yang Anda idamkan terwujud dengan lebih cepat.

7. Finishing

Proses akhir dari pemasangan rumah prefabrikasi adalah finishing. Proses ini dilakukan dengan mengecek konstruksi, sambungan, dan beberapa instalasi baik listrik atau air apakah sudah berjalan dengan baik atau belum. Selanjutnya, proses penyempurnaan dilakukan agar sesuai dengan harapan.

Setelah proses finishing dilakukan, rumah bisa segera diisi dengan perabotan dan bisa segera digunakan. Anda bisa mengurus surat yang berhubungan dengan pajak bangunan agar rumah yang ditempati sesuai dengan aturan khususnya perpajakan.

Contoh Rumah Prefab - Blog 2

Contoh Rumah Prefabrikasi yang Paling Disukai Saat Ini

Setiap tahunnya, tren rumah prefabrikasi akan mengalami pergantian. Dalam beberapa tahun ini, beberapa contoh rumah prefab yang paling laku dan banyak dipesan terdiri dari:

1. Rumah Desain Minimalis dan Stylish

Banyak yang bilang kalau rumah prefabrikasi ini cenderung kuno karena semuanya sudah by design. Padahal, tren dari pembuatan rumah ini sudah berkembang sesuai dengan kebutuhan dan permintaan banyak orang. Jadi, tidak ada lagi desain yang monoton dan juga membosankan.

Kalau Anda melihat majalah rumah dan ada bangunan dengan desain minimalis dan tetap gaya, rumah prefabrikasi bisa dibuat seperti itu. Kalau memang bangunan yang sudah jadi kurang sesuai dengan selera, proses perombakan tidak akan memakan waktu lama.

2. Rumah Banyak Kaca

Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa orang suka dengan rumah yang memiliki cukup banyak kaca. Rumah ini akan membuat cahaya matahari masuk ke dalam rumah sehingga penggunaan listrik bisa ditekan. Selain itu, rumah juga bisa terlihat lebih luas kalau banyak menggunakan kaca.

3. Rumah dengan Bahan Biodegradable

Isu lingkungan terus mencuat dalam beberapa tahun belakangan. Apalagi pemanasan global mulai memburuk dan pencemaran lingkungan terjadi di mana-mana. Untuk menghindari dampak yang lebih parah, rumah prefabrikasi dibuat dari bahan-bahan yang ramah lingkungan.

Bahan biodegradable biasanya dipakai untuk mencegah adanya pencemaran, apalagi saat sudah tidak digunakan. Bahan ini bisa dengan mudah diuraikan sehingga tidak menumpuk lama di tanah.

4. Rumah Efisien Energi

Listrik adalah salah satu kebutuhan utama bagi semua orang yang memiliki rumah. Tanpa listrik, beberapa aktivitas tidak bisa dilakukan dan ada kemungkinan mengganggu pekerjaan. Apalagi Anda bekerja sebagai seorang freelancer yang banyak melakukan aktivitas WFH.

Kalau listrik terlalu banyak dipakai, biaya yang dikeluarkan juga jadi sangat besar. Itulah kenapa beberapa contoh rumah prefab yang baru sudah banyak menggunakan solar system atau panel surya. Jadi, saat pagi sampai siang hari, energi matahari akan diserap dan bisa dipakai untuk malam hari.

5. Mini House

Jenis rumah prefabrikasi terakhir yang saat ini memiliki tren adalah mini house. Rumah jenis ini membutuhkan lahan yang lebih sempit dan memaksimalkan ruangan yang ada. Mini house lebih mudah dibuat meski pengaturan perabotan di dalamnya membutuhkan cukup banyak waktu agar tercipta efisiensi dan tetap nyaman dihuni.

Mini house umumnya berjenis minimalis sehingga apa yang ada di dalamnya adalah perabot yang bermanfaat. Rumah ini adalah solusi untuk mereka yang memiliki bujet terbatas dan menginginkan rumah sendiri.

Jenis Rumah Prefabrikasi yang Paling Bagus

Terlepas dari tren yang sudah ada saat ini, beberapa rumah prefabrikasi dikenal sangat menarik dan bagus. Jadi, kalau mau dibuat sekarang pun juga tidak masalah. Berikut beberapa jenis yang bisa jadi inspirasi:

1. Model Ranch

Rumah model ranch umumnya memiliki bentuk huruf L yang tidak terlalu simetris. Selanjutnya, atap bangunan juga tidak terlalu tinggi dengan ruang utama cukup luas. Bangunan ini terinspirasi dari desain peternakan yang ada di Amerika. Biasanya bangunan banyak terbuat dari kayu sehingga bagian dalamnya lebih sejuk.

2. Model Dua Lantai

Model dua lantai juga masih menjadi pilihan banyak orang yang ingin membangun rumah dengan konsep prefabrikasi. Rumah dua lantai ini umumnya memfokuskan semua kegiatan komunal di lantai satu. Selanjutnya, lantai dua banyak dipakai untuk acara santai dan juga kamar untuk beristirahat.

3. Model Chalet

Model ini banyak menggunakan bahan kayu sebagai komponen utama. Rumah terinspirasi dari bangunan yang ada di pegunungan. Umumnya, bangunan ini cukup tinggi dan bagian atasnya cukup kuat. Ruangannya juga cukup lebar dan mengusung konsep minimalis.

4. Model Rangka Baja

Rumah dengan rangka baja sebagai komponen utamanya juga tersedia cukup banyak di pasaran. Biasanya rumah ini cocok untuk mereka yang suka desain minimalis dan ruangan yang tidak terlalu luas. Beberapa orang juga menggunakan desain ini untuk rumah makan karena keunikannya.

5. Model Mansion

Kalau tanah yang dimiliki cukup lebar dan juga luas, Anda bisa menggunakannya untuk membangun mansion. Namun, tidak perlu membangun dari nol karena rumah prefabrikasi dengan konsep mansion ini sudah mulai banyak di pasaran. Umumnya desain bangunannya akan kompleks karena terdiri dari banyak ruang.

Model mansion cocok dibangun di area pedesaan. Jadi, Anda bisa memanfaatkannya sebagai bangunan villa atau tempat untuk beristirahat kalau jenuh dengan aktivitas kota.

Developer rumah prefabrikasi di Indonesia masih belum banyak. Salah satu yang terbaik dan bisa digunakan jasanya adalah Myfab. Dengan menggunakan jasa yang ditawarkan oleh Myfab, Anda bisa membangun rumah prefabrikasi dengan proses yang mudah dan efisien dengan waktu.

Jenis rumah yang akan dibangun umumnya bervariasi dan disesuaikan dengan kebutuhan. Anda bisa memilih sendiri komponen-komponen bangunan mulai dari rangka sampai ke perabotnya. Jadi, rumah yang akan dibangun dan diinstalasi benar-benar sudah sesuai dengan harapan.

Related Articles

Perbedaan Panel Modular dan Panel non-Modular

Menurut homify, rumah prefabrikasi adalah “rumah yang dibangun dari komponen hasil rakitan pabrik menjadi panel modular. Modul yang telah siap inilah kemudian dibawa ke site bangunan kemudian disusun sesuai konsep desain. Sistem dan aplikasinya sangat mudah”. Dengan kata lain, rumah prefabrikasi terdiri dari komponen buatan/rakitan pabrik menjadi panel modular. Selain memiliki kualitas modern dan teknik pembangunan yang kekinian, panel EPS sandwich […]
2 minutes read

Pertumbuhan Prefabrikasi di Sektor Pembangunan

Penggunaan sistem pembangunan modular sudah tidak asing lagi. Banyaknya kelebihan dan perbedaan kualitas dari prefabrikasi semakin dikenal di seluruh dunia. Kelebihan-kelebihannya yang secara efektif menutupi sebagian besar dari kekurangan-kekurangan metode non-modular sangatlah inovatif dan modern, sehingga penggunaannya semakin meluas dalam cakupan internasional. Karena itu, telah diperkirakan pertumbuhan yang pesat dalam sektor pembangunan infrastruktur dan manufaktur […]
2 minutes read

COVID-19 dan Prefabrikasi

Pandemi COVID-19 sudah menjadi topik yang sangat umum dimana-mana. Pandemi ini mempengaruhi hampir semua sektor secara negatif, sehingga menciptakan ketidakseimbangan ekonomi di banyak negara. Salah satu sektor tersebut adalah sektor pembangunan atau infrastruktur. Regulasi social-distancing tidak memperbolehkan orang-orang untuk berkumpul dalam satu tempat tanpa menjaga jarak. Sedangkan ketika sedang membangun bangunan di lokasi konstruksi, para […]
2 minutes read

Prefabrikasi dan Gempa Bumi.

Gempa bumi merupakan salah satu bencana alam paling konon terjadi di Indonesia, terutama di Sulawesi dan Jawa. Hal ini telah dijelaskan oleh Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono, yang mengatakan bahwa "Secara geologi dan tektonik, kita memiliki banyak sumber gempa yang terdiri dari 13 segmentasi zona megathrust dan lebih dari 295 sesar […]
2 minutes read
1 2 3 4

KAMI AKAN SENANG MENDENGAR DARI ANDA

Aspirasi Anda begitu berarti bagi kami. Ceritakanlah bangunan impian Anda kepada kami melalui formulir berikut. Kami akan sangat senang menjawab segala pertanyaan dan problematika dalam mewujudkan proyek idaman Anda.
HUBUNGI KAMI
Copyright © 2021 myfab.id | Supported by Agency Digital Marketing SAB Digital | Terms of Service | Privacy Policy
envelopephone-handsetmap-markercrossmenuchevron-down